Cukup beberapa orang yg merasa sepele alergi telur. Menurut mereka, jikalau kita pengen berusaha untuk konsumsi telur ini sedikit-sedikit, jadi alergi pada telur akan dapat diobati. Sayangnya, menurut ahli kesehatan, ini nyata-nyatanya tidak benar tersedianya. Bukannya membuat pasien alergi telur pulih, memaksanya buat mengonsumsi telur malah dapat membuat lebih menanggung derita.

Ahli kesehatan alergi serta imunologi anak dari rumah sakit Hasan Sadikin Bandung bernama dr. Budi Setiabudiawan menuturkan jika mereka yg punyai alergi memang seharusnya menghndari allergen atau apa pun yg dapat menyebabkan alerginya. Ini bermakna, semisalkan anak alami alergi pada telur atau udang, jadi jangan sekalinya memaksakan mereka buat mengonsumsinya dengan alibi mau membuat alergi itu pulih. Apabila anak diperintah buat sedikit-sedikit konsumsi makanan yg dapat menyebabkan reaksi alergi itu, bisa saja Dia akan alami permasalahan pada kulit, aliran pencernaan, atau bahkan juga pada aliran pernafasannya. Ini semestinya tidak dapat kita remehkan, kan?

Cukup beberapa orang tua yg nyata-nyatanya tidak mengetahui akan alergi yg terkena oleh buah hatinya hingga berpikir jika anak cuma tidak senang dengan beberapa model makanan tersendiri. Meskipun sebenarnya, semisalkan kita pengen melihat, anak memang dapat alami alergi seperti nampak kulit gatal-gatal atau kemerahan seusai konsumsi makanan tersendiri. Tidak hanya itu, sejumlah orang-tua condong asal-asalan waktu mengetahui alergi pada anaknya. Jadi contoh, ada anak yg alami gatal-gatal serta orang-tua langsung memandangnya punyai alergi pada makanan tersendiri. Meskipun sebenarnya, bisa saja ini malah dikarenakan oleh tungau pada kasur atau karpet dalam rumah.

Apabila kita curiga anak alami tanda-tanda alergi, jangan sangsi buat selekasnya periksakan anak ke dokter hingga kita dapat tahu apa anak terserang alergi atau mungkin tidak. Apabila iya, alangkah lebih baik kita menjauhkan pelbagai benda yg dapat menyebabkan alergi kepadanya biar Dia tidak menanggung derita.