Biarpun jumlahnya pemanfaatannya bertambah alami penurunan, kita masih dapat lihat beberapa lanjut usia yang gunakan buah pinang jadi penguat gigi tradisionil. Tidak dikira, buah pinang nyatanya bisa pula memberikannya kegunaan kesehatan yang lain, terutama buat beberapa pecandu rokok. Suatu analisis kesehatan beberapa waktu terakhir mengatakan realitas menarik terkait buah pinang yang nyatanya dapat dipakai untuk menyudahi suka merokok. Apa yang dapat kita melakukan dengan buah pinang ini?

Berdasar hasil analisis yang diberitakan dalam jurnal berjudul National Meeting and Exposition of the American Chemical Society, didapati kalau buah pinang yang punyai nama latin areca catechu ini nyatanya bisa turunkan rutinitas merokok dengan cara periodik dengan cukup efisien kalau dibanding dengan bermacam penyembuhan medis yang lain. Ini dipicu oleh tersedianya senyawa arecoline di buah pinang yang nyatanya memang bisa turunkan kemauan atau rasa candu untuk merokok. Senyawa ini nyatanya bisa menyulut reseptor pada otak yang awal kalinya alami kecanduan pada nikotin. Ini bermakna, dengan gunakan buah pinang, karena itu kita dapat turunkan ketergantungan pada nikotin dengan efisien.

Pemimpin analisis, Roger Papke, mengatakan kalau senyawa ini dengan cara detil bisa membidik reseptor nikotin saja serta tidak mengganggu reseptor yang lain hingga tidak memberikannya resikonya buat kesehatan. Ini terlalu tidak serupa dengan obat-obatan yang bisa menangani suka nikotin yang lain seperti varenicline atau Chantix yang dapat memberikannya resiko halusinasi, berjalan waktu tidur, atau bahkan juga penambahan risiko terserang penyakit jantung. Dalam beberapa perkara, obat-obatan ini bisa pula bisa menimbulkan pergantian mood atau stres.

Beberapa periset sendiri sedang lakukan percobaan lebih dalam pada kandungan buah pinang ini dengan asa dapat lekas mendapatkan obat yang dapat hilangkan suka rokok dengan efisien di waktu depan.