Kanker payudara masih jadi satu diantara penyakit yg membawa dampak kematian terbanyak di pelosok dunia. Jadi kabar, 40,3 % perkara kanker payudara selesai dengan kematian. Di Indonesia sendiri, angka kematian yg diakibatkan oleh kanker payudara masih begitu tinggi sampai baiknya tiap wanita waspada tersedianya penyakit ini.

Tidak cuma life-style yg tidak baik, skema makan yg tak sehat diindikasikan turut menimbulkan timbulnya kanker payudara. Akan tetapi, suatu kajian teranyar sukses menemukannya yang memicu lain dari penyakit membahayakan ini, ialah paparan polusi udara. Dalam suatu kajian yg dijalankan oleh ahli kesehatan dari University of Florida, Amerika Serikat, didapati jika banyak wanita yg tinggal dekat sama jalan raya nyata-nyatanya miliki dampak tinggi untuk terserang kanker payudara.

Dr. Lusine Yaghjyan, pemimpin dari kajian ini, mengatakan jika mereka yg tinggal di dekat sama jalan raya nyata-nyatanya condong miliki jaringan payudara yg lebih tebal. Meskipun sebenarnya jaringan payudara yg tebal ini dapat tingkatkan dampak kanker payudara dengan relevan.

Dalam kajian yg menyertakan 280 ribu wanita ini, banyak periset cari tahu sebegitu banyak paparan polusi udara yg terdapat di rumah banyak wanita itu. Dari kajian ini, didapati jika kian tinggi paparan polusi udara, jadi dampak penggumpalan jaringan payudara pula bertambah hingga sampai 4 %. Soal ini pasti dapat memberikannya efek besar pada dampak kanker payudara.

Tetapi, beberapa ahli kesehatan nyata-nyatanya mencurigakan hasil kajian ini serta mengharap banyak periset untuk lakukan studi yg lebih dalam. Jadi contoh, Catherine Priestly yg datang dari Breast Cancer Care mengatakan jika lumayan banyak perihal yang memicu tingginya dampak kanker payudara, tidak sekedar dari ketebalan jaringan, sampai mengharap kajian ini diteruskan lebih dalam. Terkecuali itu, Fiona Osgun yg datang dari Cancer Research UK pula mengatakan jika belumlah ada bukti yg serius menyimpulkan di antara polusi udara dengan kanker payudara.