Suatu perkara yg benar-benar langka berlangsung di Melbourne, Australia. Jaeli Williams, bocah berumur 7 tahun serta adiknya yg 2 tahun lebih muda, Dali Williams, dapat alami kejang-kejang yg cukup kerap dalam satu hari. Bahkan juga, kadang Jaeli dapat alami kejang-kejang sekitar 50 kali dalam satu hari. Bagaimana perihal ini dapat berlangsung?

Ke-2 bocah wanita ini nyata-nyatanya alami keadaan genetik yg benar-benar langka yg disebut yaitu syngap. Sebab keadaan ini, mereka juga alami epilepsi, autisme, problem motorik serta prilaku, dan sukar untuk tidur. Sebab keadaan ini, ke-2 anak ini harus masih memakai popok. Terkecuali itu, Dali serta Jaeli harus dimonitor dengan teliti semisalkan main di luar tempat sebab mereka alami keadaan yg disebut yaitu pica, yaitu keadaan dimana mereka akan ambil apa pun yg berada di tanah serta berusaha untuk mengonsumsinya. Bahkan juga, semisalkan serangan kejang yg ekstrim ini ada, kedua-duanya harus memakai helm untuk keselamatan mereka.

Orang-tua dari ke-2 bocah ini, Danielle serta Danny Williams, mengatakan jika sampai umur Jaeli setahun, tak berlangsung keanehan apa pun pada perubahannya. Memang, Jaeli condong alami perubahan yg lamban, tetapi, Dia sebetulnya tidak demikian ketinggalan jauh dari beberapa anak yang lain. Kala Danielle punya kandungan Dali, atau persisnya kala Jaeli berumur 18 bulan, baru Danielle serta Danny memahami ada yg aneh pada keadaan kesehatan sang putri sulung. Kelopak mata Jaeli nyata-nyatanya condong bergetar serta kala dibawa di rumah sakit, Jaeli malah alami kejang-kejang.

Saat ini, selama malam Jaeli dapat alami kejang serta insomnia. Paling lama Dia cuma bisa tidur dengan pulas sepanjang empat jam. Kala serangan kejang ada, Jaeli juga lekas minta pemberian ibunya. Hasilnya, orang tuanya alami permasalahan kurang tidur dalam enam tahun paling akhir.